Header Ads

test

CARA SUKSES BUDIDAYA ROSELLA



    Rosella (hubiscus sabdariffa L.) adalah spesies bunga yang berasal dari benua afrika. Awalnya tanaman ini hanya dijadikan sebagai tanaman hias, namun sekarang tanaman ini dikenal sebagai tanaman yang memiliki banyak khasiat yang bermanfaat bagi manusia. Pohon rosella merah tumbuh dari biji atau benih dengan ketinggian yang bisa mencapai 3-5 meter. Pohon rosella tumbuh tegak bercabang yang berbatang bulat dan berkayu. Daunnya tunggal berbentuk bulat telur, pertulangan menjari dan letaknya berseling dan pinggiran daun bergerigi.
       Saat ini bunga rosella memiliki prospek yang menjanjikan baik dipasar dalam maupun luar negeri. Kelopak bunga itu mengandung vitamin A,C dan asam amino, juga protein dan kalsium. Manfaatnya bagi kesehatan antara lain sebagai antioksidan atau pencegah kanker, terapi hipertensi, mengobati TBC, mengatasi maag, mengurangi kecanduan narkoba, dan masih banyak lagi. Tidak heran, jika tanaman ini kembali populer di indonesia.

Klasifikasi dari tanaman rosella adalah:
·Kingdom : Plantae (tumbuhan)
·Subkingdom : Tracheobionta (berpembuluh)
·Superdivisio : Spermatophyta (menghasilkan biji)
·Divisio : Magnoliophyta (berbunga)
·Kelas : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
·    Sub-kelas : Dilleniidae
·    Ordo : Malvales
·    Familia : Malvaceae (suku kapas-kapasan)
·   Genus : Hibiscus
·  Spesies : Hibiscus sabdariffa L (Comojime, 2008)

Tanaman ini memiliki dua varietas dengan budidaya dan manfaat yang berbeda, yaitu:
  • Hibiscus sabdariffa var. Altisima, rosella berkelopak bunga kuning yang sudah lama dikembangkan untuk diambil serat batangnya sebagai bahan baku pulp dan karung goni
  • Hibiscus sabdariffa var. Sabdariffa, rosella berkelopak bunga merah yang kini mulai diminati petani dan dikembangkan untuk diambil kelopak bunga dan bijinya sebagai tanaman herbal dan bahan baku minuman kesehatan.

Kandungan gizi dalam 100 gram kelopak bunga rosella:
·                    Kalori 49 kal
·                     H2O 84,5 %
·                     Protein 1,9 gr
·                     Lemak 0,1 gr
·                     Karbohidrat12,3 gr
·                     Fiber 1,2 gr
·                     Kalsium 0,0172 gr
·                     Phospor 0,57 gr
·                     Besi 0,029 gr
·                     B-karotene 3 gr
·                     Asam askorbat 0,14 gr

Syarat tumbuh tanaman rosella merah:
  • Suhu
Tanaman rosella tumbuh optimal di daerah dengan ketinggian 600 mdpl. Rosella dapat tumbuh didaerah tropis dan subtropis dengan suhu rata-rata 24-32ᵒC. Namun rosella masih toleran pada suhu 10-36ᵒC.
  • Air
Jika curah hujan tidak mencukupi dapat diatasi dengan pengairan yang baik. Periode kering dibutuhkan rosella pembungaan dan produksi biji. Hujan dan kelembaban yang tinggi dapat menurunkan kualitas kelopak bunga dan dapat menurunkan produksi.
  • Cahaya, panjang hari dan waktu tanam

Rosella merupakan tanaman berhari pendek (untuk induksi pembungaan memerlukan panjang hari kurang dari 12 jam). Waktu terbaik mengambil bunga rosella adalah bulan april-mei.
  • Tanah

Tanaman rosella dapat diusahakan disegala macam tanah, tetapi yang paling cocok adalah tanah yang subur dan gembur. Dengan keasaman tanah (ph) 5,5-7. Selama pertumbuhan rosella tidak tahan terhadap genangan air


Cara budidaya rosella:

·         Persiapan Lahan

Persiapan lahan dilakukan dengan pembajakan tanah secara membujur dan melintang. Tanah dicampur pupuk dasar berupa pupuk kendang, lahan dilarik dengan jarak antar larik 1,5 m.Sebelum tanah diolah perlu diberikan pupuk kandang dengan jumlah kurang lebih 50 karung untuk lahan 1.000 m2. Cara tanam: bisa sejajar, bisa juga saling silang, dengan jarak tanam 1 x 1 m. Setiap lubang ditanam dengan 2 biji Rosella. Untuk penanaman dilakukan pada musim penghujan dengan harapan setelah panen sudah masuk musim kemarau.

·         Persemaian

Sebelum disemaika, biji direndam selama satu hari satu malam lalu dipilih yang tenggelam dengan bentuk butiran-butiran yang baik. Biji dapat langsung disemaikan pada lahan persemaian yang sudah diolah dan diairi. Setelah tumbuh maka bisa langsung dipindah ke lahan produksi.

·         Penanaman

Untuk lahan yang langsung dari biji makan penanaman dilakukan dengan ditugal tiap lubang tanam diisi 2–3 biji. Sedangkan untuk penanaman bibit yang telah disemaikan di polybag maka setiap lubang yang akan ditanami diisi dengan 1–2 bibit.
·         Perawatan.
Perawatan Rosella terbilang mudah, asal cukup air dan sinar matahari matahari, namun demikian perlu diingat bahwa air tidak boleh mengenang, agar akar Rosella tidak membusuk. Sebaiknya setelah ditanam, Rosella disiram sehari sekali setiap sore hari.

·         Pemupukan
Pemupukan pada lahan sebelum tanam dengan pupuk kandang, sedangkan pada umur 3 dan 7–8 minggu setelah tanam dipupuk urea sebanyak 30–40 gram tiap tanaman.
·         Hama dan Penyakit
Hama dan penyakit yang paling banyak menyerang rosella adalah hama kutu daun dan penyakit Phytopthora. Penanganannya adalah dengan penyemprotan obat anti kutu ataupun berbagai jenis pestisida yang dijual bebas di took-toko pertanian.
·         Pemeliharaan
Selama pertumbuhan tanaman perlu diwaspadai keberadaan gulma yang akan bernampak negatif, oleh karena itu dilakukan penyiangan dengan frekuensi sesuai kondisi lahan.
·         panen
Kelopak bunga rosella merah dipanen setelah mencapai ukuran optimal. Kondisi ini umumnya tercapai beberpa hari sebelum kapsul berisi biji rosella membuka atau sekitar 15–20 hari setelah bunga mekar. Secara kasat mata rosella siap panen ditandai dengan kulit pembungkus biji majemuk berwarna hijau. Kematangan buah rosella dimulai dari bagian bawah menuju ke atas. Kandungan antosianin dan asam sitrat total kelopak rosella merah mencapai puncaknya saat bunga berumur 60 hari, kemudian menurun sedikit ketika biji menjadi matang penuh. Maka dari itu, waktu pemanenan yang paling tepat adalah pada saat bunga berumur ± 60 hari.
·         Pasca panen
Pengelolaan pasca panen tanaman rosella ini adalah mengolah menjadi suatu produk yang nantinya siap dikonsumsi oleh masyarakat. Pengolahan pasca panen ini meliputi:
·        - Pengumpulan bahan baku
·         -Sortasi basah
·         -Pencucian
·         -Penirisan
·         -pengubahan bentuk
·         -pengeringan
·         -sortasi kering
·         -pengepakan dan penyimpanan

Contoh analisis budidaya bunga rosella
Beberapa hal yang perlu diperhatikan terkait dengan contoh analisis budidaya bunga rosella:



·       -  Analisis berikut ini merupakan contoh dalam konteks tertentu.

·        - Analisis berikut ini diasumsikan dengan penanaman bunga rosella pada lahan seluas satu hektar.

·         -Masa tanamnya adalah 4 bulan

·         -Asumsi penanaman ini dilakukan dipulau jawa.

·         -Contoh ini dilakukan beberapa tahun lalu.

A.     Biaya produksi
1.      lahan
Ø  Sewa lahan 1ha permusim tanam                                 Rp. 800.000
Ø  Pembuatan bedengan 50 HKP @ 7000                        Rp.350.000
Ø  Pupuk kotoran ayam                                                     Rp. 675.000
Ø  Mulsa plastik 100 kg@Rp. 7500                                  Rp.750.000
Ø  Pupuk kandang dan dolomit 11 HKP@7000               Rp.77.000
2.      Persemaian
Ø  Benih rosella 200 polybag @Rp.10.000                      Rp.2000.000
Ø  Tenaga persemaian 12 HKW @Rp.5000                     Rp.60.000
3.      Panen dan pasca panen 22 HKP @7000                         Rp.154.000
Jumlah biaya produksi                   Rp.4.866.000
B.     Pendapatan
Biasanya dari 200 batang tersebut sekali panen mendapat 75kg rosella basah. Tanaman ini dapat dipanen tiap 10 hari sekali. Dan itu berlangsung 3 bulan.
Ø  Bunga rosella basah (75kgX Rp.8000=Rp.600.000) X 24 panen = Rp. 14.400.000
Ø  Jumlah pendapatan Rp.14.000.000- Rp. 4.866.000 = Rp.9.534.000
C.      Keuntungan per hektar (dalam 1 musim) Rp. 9.534.000


sumber : Rahmawati, R. 2012.Budidaya Rosella Strategi "memanen" uang dalam 4 bulan. Yogyakarta;Pustaka Baru Press
nama: M. syifa'ul munir
Tugas Mata Kuliah: Berfikir Menulis Ilmiah

40 komentar:

  1. Mantab gan.. Request Budidaya jamur tiram gan :)

    BalasHapus
  2. Sangat bermanfaat bro terimakasih bisa langsung dicoba ini😃

    BalasHapus
  3. Bagus, tapi sedikit diperbaiki! Biar keliatannya rapi

    BalasHapus
  4. Bagus sekaki kakak...sangat membantu... lanjutkan lagi ya nulis blognya....semangat ^_^

    BalasHapus
  5. Bermanfaat banget.. Semangat dek ngerjain tugasnya.. 😊

    BalasHapus
  6. Sgt bermanfaat .mantul goodjob 👍

    BalasHapus
  7. Bagus. Lanjutkan bakatmu..
    Good job

    BalasHapus
  8. Kalo bisa sampul buku dicantumkan 👌👌

    BalasHapus
  9. Informasinya sangat bermanfaat. Apalagi bagi saya yang sangat senang dengan bunga.

    BalasHapus
  10. MaaSyaaAllaah terimakasih infonya~

    BalasHapus
  11. Mantap....jangan lupa kunjungi juga blog saya

    BalasHapus
  12. Mantab, sangat bermanfaat..
    Kunjungi juga blog saya
    www.aviccgrafisart.com

    BalasHapus
  13. Oh keren sekali, keren oh sekali.....

    BalasHapus
  14. bravo! informasinya sangat bermanfaat

    BalasHapus
  15. Sangat membantu sekali informasinya

    BalasHapus
  16. Artikel yang sangat membantu, ternyata rosella mempunyai banyak kandungan gizi.

    BalasHapus
  17. Ilmunya Bermanfaat bagi agribisnis kedepannya

    BalasHapus
  18. Keren, bisa tambah ilmu tentang rosella

    BalasHapus