Segmenting Targeting dan positioning pada pemasaran
KONSEP INTI STP
STP (Segmenting, Targeting dan
Positioning) merupakan salah satu model dalam pemasaran dengan
menitikberatkan pada penetapan strategi bisnis melalui tiga rangkaian proses.
Model pemasaran ini dapat digunakan baik barang maupun jasa dan offline maupun
online. Focus dari STP yaitu pada pendekatan audiens bukan produknya. Model pemasaran
ini berfokus pada pemilihan segmen yang dinilai memiliki keuntungan paling
tinggi. Model pemasaran ini dinilai memiliki banyak keunggulan sepeti Mengarahkan dan memberi fokus pada strategi
pemasaran, Mengidentifikasi peluang pertumbuhan pasar, Mencocokan sumber daya
perusahaan yang efektif dan efisien serta, Meningkatkan posisi perusahaan
menjadi lebih.
KONSEP
INTI NILAI PELANGGAN
Nilai pelanggan (Customer value) merupakan suatu ikatan emosional yang timbul diantara pelanggan dengan produsen yang berupa manfaat ekonomi, fungsional dan psikologis, serta konsekuensi pelanggan yang telah menggunakan produk dan jasa dalam memenuhi kebutuhan tertentu. Menurut Butz dan Goodstein (1996) Pengertian nilai pelanggan adalah ikatan emosional yang terjalin antara pelanggan dan produsen setelah pelanggan menggunakan produk atau jasa yang dihasilkan pemasok tersebut dan mendapati bahwa produk yang bersangkutan memberikan nilai tambah. Dalam nilai pelanggan ini ditentukan oleh dua hal yaitu biaya dan manfaat. Biaya yang dimaksud mencakup biaya uang, waktu, energi dan psikologi. Sedangkan untuk manfaat mencakup produk, jasa, pribadi dan image. Konsep nilai pelanggan meliputi :
A. Pasar Grosir, Pengecer, Eksportir
- Grosir
Grosir merupakan kegiatan bisnis bagian pemasaran yang
menjual barang kepada pedagang atau pengusaha lain. Barang yang dijual dalam
grosir ini jumlanya besar dengan harga yang relative murah. Grosir tidak hanya
menjual kepada pedagang tetapi juga langsung ke konsumen, dimana kegiatan ini
dapat ditemui di mall grosir yang terdapat di kota-kota besar. Grosir memiliki
beberapa jenis yaitu:
- Grosir
Lokal: Grosir yang unit kegiatannya meliputi suatu kota tertentu. Misalnya
grosir tingkat kabupaten.
- Grosir
Wilayah: Grosir yang batasan kegiatannya cenderung lebih luas, biasanya
melayani kegiatan jual beli antar provinsi.
- Grosir
Nasional: Grosir yang memiliki luas daerah pemasaran meliputi suatu
negara
2. Pengecer
Pengecer merupakan kegiatan penjualan yang secara
langsung berhubungan dengan konsumen akhir. Kegiatan ini para pengecer membeli
sejumlah barang kepada produsen ataupun grosir kemudian dijual lagi kepada
konsumen akhir dalam jumlah yang lebih kecil.
3. 3. Ekspor
Ekspor merupakan kegiatan menjual barang keluar negeri
dengan menggunakan sistem pembayaran,
kualitas, kuantitas dan syarat penjualan lainnya yang telah disetujui oleh
pihak eksportir dan importer. Dalam
kegiatan pemasaran ini cenderung melibatkan campur tangan pemerintah melalui
bea cukai.
B. Pelanggan lokal, nasional dan internasional
- Pelanggan lokal, Pelanggan local adalah
pelanggan yang berasal dari sekitaran tempat produksi, misalnya masih dalam
suatu wilayah yang sama seperti satu kecamatan, atau kabupaten
- Pelanggan nasional. Pelanggan nasional adalah pelanggan yang mencakup
seluruh wilayah dalam satu negara.
- Pelanggan Internasional , Pelanggan internasional adalah pelanggan yang
berasal dari negara lain.
SEGMENTASI
Segmentasi merupakan
kegiatan membagi pasar berdasarkan karakteristik, daya
beli, kebutuhan konsumen yang berbeda-beda dalam situasi pasar tertentu. Kegiatan segmentasi ini diharapkan dapat
meningkatkan efisiensi pemasaran dengan produk yang sesuai kebutuhan konsumen. Segmentasi
pasar memiliki peranan yang penting karena segmentasi
memungkinkan perusahaan untuk lebih fokus dalam mengalokasikan sumber daya. segmentasi merupakan dasar untuk menentukan
komponen-komponen strategi. segmentasi merupakan faktor kunci untuk mengalahkan
konsumen. Cara menyusun segmentasi pasar yaitu:
1. Mengumpulkan informasi mengenai produk, persaingan dan konsumen.
- Mempelajari konsumen yang ingin dilayani dan
menentukan basis segmentasi yang akan ditentukan.
3. Mengaplikasikan metodologi untuk mengidentifikasi sejumlah segmen.
- Membuat profil konsumen pada masing-masing segmen.
5. Memilih target segmen yang paling potensial.
- Mengbangkan program-program pemasaran yang konsisten
dengan yang dipilih melalui program marketing mix.
7. Melakukan evaluasi dengan perbaiki program-program yang belum sejalan
dengan kebutuhan segmen.
TARGETING
Targeting pasar
merupakan kegiatan menyeleksi pasar sasaran sesuai
dengan kriteria-kriteria tertentu (selecting) dan menjangkau pasar sasaran
tersebut (reaching) untuk mengkomunikasikan nilai. Kegiatan dalam
targeting ini dimulai dengan mengevaluasi segmen pasar, kemudian memilih segmen
pasar yang meliputi: konsentrasi segmen tunggal, spesialisasi seleksi,
spesialisasi produk, spesialisasi pasar, serta cakupan seluruh pasar.
POSIOTINING
Posisi pasar merupakan kegiatan menentukan
produk dan bauran pemasaran supaya menimbulkan kesan tertentu serta mudah
diingat konsumen. Posisi pasar dilakukan untuk menempatkan dan
memposisikan produk pada pasar sehingga produk tersebut tampak berbeda dan
menjadi terpisah dengan merek pesaing serta memposisikan produk sehingga dapat
menyampaikan beberapa hal keunikan produk kepada pelanggan. Ada beberapa cara yang digunakan untuk menciptakan
posisi pasar yaitu melalui Positioning berdasarkan atribut, positioning berdasarkan harga dan kualitas, positioning yang didasarkan atas aspek
penggunaan, positioning
berdasarkan pemakaian produk, positioning berdasarkan kelas produk,
serta positioning berdasarkan manfaat.


Post a Comment