HUBUNGAN FAKTOR BUDAYA DAN KELAS SOSIAL DALAM PERILAKU KONSUMEN
HUBUNGAN FAKTOR BUDAYA DAN KELAS SOSIAL DALAM
PERILAKU KONSUMEN
M.
Syifa’ul Munir
(180321100162)
PROGRAM STUDI
AGRIBISNIS
JURUSAN ILMU DAN
TEKNOLOGI PERTANIAN
UNIVERSITAS
TRUNOJOYO MADURA
BANGKALAN
2021
BAB I PENDAHULUAN
1.1.
Latar Belakang
Konsumen
merupakan bagian yang sangat penting dalam perekonomian. Konsumen memiliki
peran sebagai pengguna atau pemakai atas barang yang telah dihasilkan oleh
produsen. Konsumen sendiri dalam menentukan pilihannya biasanya dipengaruhi
oleh beberapa faktor yang termuat dalam perilaku konsumen. Faktor yang
mempengaruhi perilaku konsumen sendiri dibagi menjadi dua yaitu faktor internal
dan faktor eksternal. Perilaku konsumen merupakan interaksi dinamis antara
afeksi dan kognisi, perilaku, dan lingkungannya dimana manusia melakukan
kegiatan pertukaran dalam hidup mereka.
Andri
(2010:202) menjelaskan perilaku konsumen merupakan suatu proses yang berkaitan
erat dengan proses pembelian pada saat itu konsumen melakukan aktivitas seperti
melakukan pencarian, penelitian, dan evaluasi produk. Faktor internal yang
mempengaruhi perilaku konsumen antara lain faktor pribadi seperti psikologi,
pendidikan, pengalaman dan pendapatan. Sedangkan faktor eksternal yang
mempengeruhi perilaku konsumen antara lain faktor lingkungan sosial serta
budaya.
Faktor
budaya merupakan salah satu faktor yang memiliki kaitan erat dengan perilaku
konsumen, khususnya bagi masyarakat indonesia. Indonesia sampai saat ini sangat
kental sekali dengan yang namanya budaya, dapat dilihat dari banyaknya kegiatan
adat serta keagamaan yang menggunakan barang-barang tertentu. Disamping itu
juga masih terdapat pengekelasan sosial meskipun tidak sepenuhnya disadari hal
itu nantinya akan mengakibatkan adanya perbedaan pada perilaku pembelian yang
dilakukan. Budaya merupakan penentu
keinginan dan perilaku pembentuk paling dasar. Anak-anak yang sedang tumbuh
mendapatkan seperangkat nilai, persepsi, preferensi, dan perilaku dari keluarga
dan lembaga-lembaga penting lainnya. Masing-masing budaya terdiri dari sejumlah
sub-budaya yang lebih menampakkan identifikasi dan sosialisasi khusus bagi para
anggotanya.
1.2.
Rumusan Masalah
1. Bagaimana budaya dalam mempengaruhi
perilaku konsumen?
2. Bagaimana kelas sosial dalam
mempengaruhi perilaku konsumen?
1.3.
Tujuan
1. Mengetahui pengaruh faktor budaya pada
perilaku konsumen.
2. Mengetahui pengaruh kelas sosial dalam
perilaku konsumen.
BAB II PEMBAHASAN
2.1.
Faktor Budaya dalam Mempengaruhi Perilaku
Konsumen
Budaya
merupakan salah satu faktor eksternal yang memiliki peran atau berkaitan erat
dengan perilaku konsumen. Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sansekerta yaitu buddhayah,
yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai
hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Dalam bahasa Inggris,
kebudayaan disebut culture, yang berasal dari kata Latin Colere,
yaitu mengolah atau mengerjakan. budaya mencakup kebangsaan, suku, agama, ras,
kelompok bagi para anggotanya.
Budaya mempengaruhi
perilaku konsumen misalnya pada ritual budaya memerlukan benda-benda yang
digunakan untuk proses ritual, dan inilah yang bisa dibuat oleh pengusaha
menjadi peluang , seperti acara ulang tahun yang biasanya ada lilin, roti tart,
balon, permen, sirup, dan lain-lain. Namun dengan kemajuan zaman yang sekarang
ini banyak produk diarahkan pada kepraktisan, misal anak-anak sekarang lebih
suka makanan siap saji seperti Chicken Nugget, Sossis, dan lain-lainnya karena
kemudahan dalam terutama bagi wanita yang bekerja dan tidak memiliki waktu
banyak untuk mengolah makanan.
Menurut Engel,Blackwell
dan Miniard (1995) budaya memiliki pengaruh terhadap perilaku seseorang
diantaranya. Kesadaran diri dan ruang (sense of self and space), Makanan dan
kebiasaan makan, Waktu dan kesadaran
akan waktu, Hubungan keluarga, organisasi, dan lembaga pemerintah, Nilai dan
norma, Kepercayaan dan sikap, Proses mental dan belajar, Kebiasaan kerja, Pembelajaran
Berbasis Budaya, Komunikasi dan bahasa, Pakaian dan penampilan.
Indonesia
mayoritas penduduknya beragama islam, hal ini membuat budaya-budaya serta
pemikiran yang ada di Indonesia juga mengarah ke kultur islam. Bagi seorang
pemasar yang ingin memasarkan produknya di Indonesia khusunya makanan maka
harus mendapatkan sertifikasi halal. Konsumen yang beragama Islam lebih cenderung memperhatikan kehalalan
suatu produk, sebelum dia membeli produk tersebut, seperti perusahaan yang
memproduksi Ajinomoto yang beberapa waktu lalu mempromosikan produknya secara
gencar mengenai kehalalan produknya Di Bali yang sebagian besar penduduknya
beragama Hindu, mengharuskan seorang pemasar untuk tidak memasarkan produk
makanan yang mengandung daging sapi.
2.2. Perilaku
Sosial dalam Mempengaruhi Perilaku Konsumen
Menurut Kotler, et al, (2000). Kelas sosial
adalah divisi atau kelompok yang relatif homogen dan tetap dalam suatu
masyarakat, yang tersusun secara hierarkis dan anggota-anggotanya memiliki
nilai, minat dan perilaku yang mirip Istilah kelas memang tidak selalu
memiliki arti yang sama, walaupun pada hakekatnya mewujudkan sistem kedudukan
yang pokok dalam masyarakat. Pengertian kelas sejalan dengan pengertian lapisan
tanpa harus membedakan dasar pelapisan masyarakat tersebut. Kelas Sosial atau
Golongan sosial mempunyai arti yang relatif lebih banyak dipakai untuk
menunjukkan lapisan sosial yang didasarkan atas kriteria ekonomi. Kelas
sosial dibutuhkan oleh pemasar untuk menganalisa perilaku konsumen dalam
membeli produk berdasarkan keinginannya. Konsumen akan memilih produk
berdasarkan kelas sosialnya.
Semakin tinggi klasifikasi kelas sosial
seseorang, semakin tinggi pula selera produk yang dipilihnya melihat dari
kualitas produk yang lebih baik, kemasan, corak apalagi tidak memikirkan harga.
Berbeda dengan konsumen yang memiliki klasifikasi kelas sosial menengah dan
rendah. Konsumen seperti ini cenderung melihat harga daripada corak, kualitas
maupun kemasannya. Dengan mengetahui kelas sosial konsumen, pemasar dapat
mengidentifikasi kebutuhan konsumen serta perilaku sosialnya. Biasanya kelas
sosial terlihat pada pekerjaan, penghasilan, pendidikan, kehormatan, kekuasaan
kon- sumen. Dengan mengetahui kelas sosial konsumen, pemasar dapat
mengidentifikasi kebutuhan konsumen serta perilaku sosialnya.
BAB III PENUTUP
Kesimpulan
Perilaku konsumen memiliki
kaitan erat dengan kebudayaan serta perilaku sosial yang dianut masyarakat. Selama
ini Indonesia terkenal memiliki berbagai macam budaya, budaya-budaya tersebut
juga berhubungan dengan agama dan keyakinan yang ada pada masyarakat Indonesia.
Dicontohkan pada produk makanan Indonesia merupakan negara dengan mayoritas
beragama islam maka setiap makanan harus memiliki atau terjamin kehalalannya. Begitu
juga pada masyarakat hindu bali jangan sampai memasarkan produk berbahan dasar
daging sapi. Serta adanya pengkelasan sosial yang ada di masyarakat
mempengaruhi perilaku konsumen dalam menentukan keputusan pembeliannya. Dicontohkan
pada kelas sosial menengah kebawah mereka cenderung lebih mengutamakan fungsi
dari setiap barang. Namun untuk kelas atas mereka lebih mengutamakan tampilan
serta merk dari suatu produk.

Post a Comment