Header Ads

test

 

FAKTOR SOSIAL DALAM PERILAKU KONSUMEN

 




 

 

M. Syifa’ul Munir

(180321100162)

PROGRAM STUDI AGRIBISNIS
JURUSAN ILMU DAN TEKNOLOGI PERTANIAN
UNIVERSITAS TRUNOJOYO MADURA
BANGKALAN
2021



BAB I

PENDAHULUAN

1.1.      Latar Belakang

Konsumen merupakan salah satu bagian yang sangat penting dalam kegiatan ekonomi. Peran konsumen yaitu sebagai pemakai atau pembeli produk yang dihasilkan oleh para produsen. Konsumen dalam memilih dan menentukan pilihan produk yang dipilih biasanya didasari oleh beberapa hal. Pada dasarnya perilaku konsumen merupakan tindakan atau perilaku, termasuk di dalamnya aspek-aspek yang mempengaruhi tindakan itu, yang berhubungan dengan usaha untuk mendapatkan produk (barang dan jasa) guna memenuhi kebutuhannya.

Perilaku konsumen yaitu tentang bagaimana seorang individu dalam memutuskan produk mana yang akan dipilih. Perilaku konsumen sendiri bisa dipengaruhi dari dalam diri konsumen itu sendiri, dari lingkungan sekitar konsumen, serta dari atribut produk yang ada. Misalnya ketika konsumen ingin membeli buah mangga, maka konsumen akan melihat spesifikasi mangga itu sendiri, entah itu dari jenisnya, harga, maupun kondisinya.

Faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen Menurut Assel yang dikutip Priansa (2017), ada tiga faktor yang mempengaruhi konsumen dalam membuat keputusan pembelian, yaitu konsumen individu, lingkungan (sosial), dan penerapan strategi pemasaran. Lingkungan menjadi salah satu faktor yang menjadi pengaruh seorang konsumen dalam memilih produk yang diinginkannya. Seperti halnya seseorang yang hidup dilingkungan yang mengkonsumsi makanan-makanan sehat, maka secara tidak langsung orang tersebut juga akan mengikuti pola hidup mengkonsumsi makanan sehat.

1.2.      Rumusan Masalah

1.    Bagaimana faktor sosial dalam mempengaruhi perilaku konsumen?

2.    Bagaimana kelompok mempengaruhi perilaku konsumen?

3.    Bagaimana keluarga mempengaruhi perilaku konsumen?

4.    Bagaimana peran dan status mempengaruhi perilaku konsumen?

1.3.   Tujuan Penelitian

1.    Mengetahui faktor sosial dalam mempengaruhi perilaku konsumen.

2.    Mengetahui kelompok mempengaruhi perilaku konsumen.

3.    Mengetahui keluarga mempengaruhi perilaku konsumen.

4.    Mengetahui peran dan status mempengaruhi perilaku konsumen.

 

 


 

BAB II PEMBAHASAN

2.1.      Faktor Sosial dalam Perilaku Konsumen

Faktor sosial merupakan faktor yang timbul dari sekitar atau lingkungan setiap individu. Faktor sosial ini memiliki peran yang sangat penting, khusunya bagi seseorang yang memiliki pengetahuan terbatas terhadap produk yang akan dibeli. Jika seseorang konsumen berada dalam lingkungan yang paham perbedaan antara produk asli dan produk palsu, maka ada kemungkinan pandangan yang mereka yakini bahwa pemalsuan adalah hal negatif. Hal tersebut karena image seseorang memegang peranan penting, maka membeli barang palsu bahkan akan membalik image seseorang menjadi buruk, oleh karena itu sikap konsumen terhadap barang palsu menjadi tidak baik.

Faktor sosial dalam membentuk minat beli konsumen menurut kotler dan keller (2008) yaitu ketika sikap orang lain mampu mempengaruhi seseorang baik itu sifat positi maupun negatif, sehingga memotivasi idividu untuk menuruti atau mengikuti keinginan orang tersebut. Sehingga faktor sosial ini mampu mengubah pendirian konsumen untuk melakukan pembelian, Hal tersebut tergantung dari pemikiran konsumen sendiri, apakah dia percaya diri dalam memutuskan akan membeli suatu barang atau tidak. Faktor sosial dalam mempengaruhi perilaku konsumen terbagi menjadi beberapa bagian diantaranya: kelompok, keluarga serta peran dan status sosial konsumen.

2.2.      Kelompok Dalam Mempengaruhi Perilaku Konsumen

Kelompok dapat diartikan sebagai perkumpulan dari beberapa orang yang memiliki kesamaan atau tujuan yang sama. Kelompok yang mempunyai pengaruh langsung dan tempat di mana seseorang menjadi anggotanya disebut kelompok keanggotaan. Sebaliknya, kelompok referensi bertindak sebagai titik perbandingan dalam membentuk sikap seseorang. Konsumen sering kali dipengaruhi oleh kelompok referensi di mana mereka tidak menjadi anggotanya.

Kelompok memiliki pengaruh pentik dalam pembelian setiap produk. Pengaruh itu cenderung sangat kuat jika produk tersebut dilihat oleh orang lain yang dihormati oleh konsumen. Pembelian produk yang dibeli dan digunakan untuk kebutuhan pribadi tidak banyak dipengaruhi oleh pengaruh kelompok, karena baik produk maupun merek tidak akan dikenali oleh orang lain. Seperti halnya sebuah kelompok kecil atau kelompok main, biasanya mereka akan cenderung membeli barang yang sama, serta saling mempengaruhi satu individu dan individu lainnya.

2.3.      Keluarga Dalam Mempengaruhi Perilaku Konsumen

Keluarga memiliki kaitan yang sangat erat dengan keputusan pembelian yang akan dilakukan oleh konsumen. Keluarga merupakan organisasi pembelian di masyarakat tempat konsumen berada yang paling penting, dan keluarga telah diteliti secara luas. Keluarga menawarkan sebuah lingkungan dimana seseorang berevolusi, membentuk karakter dan memperoleh nilai-nilai pribadi. Sehingga memungkinkan untuk membentuk preferensi atau kecenderungan kebutuhan/keinginan dan perilaku seseorang termasuk perilaku dalam berbelanja

Sebuah keluarga dapat memberikan pengaruh pada perilaku konsumsi setiap anggotanya dikarenakan pertama adalah keluarga sebagai sumber orientasi yang terdiri dari keluarga. Kedua adalah keluarga sebagai sumber keturunan. Jadi keluarga ada hubungannya dalam mempengaruhi prilaku konsumen.Dalam kehidupan rumah tangga situasi dari keadaan di dalamnya menjadikan patokan dari konsumen sebagai pembeli, dimana tindakan itu terjadi karena pembentukan sebuah emosional, yaitu terbentuknya suatu kepribadian dan  gaya hidup dalam diri si konsumen tersebut.

2.4.      Peran Dan Status Dalam Mempengaruhi Perilaku Konsumen

Seseorang merupakan salah satu bagian dari kelempok masyarakat. Posisi atau keduduan orang tersebut dalam kelompok dapat didefinisikan berdasarkan peran dan statusnya. Setiap peran membawa status. Misalnya, Manajer Penjualan memiliki status lebih tinggi dari staf penjualan biasa. Seseorang yang memegang posisi tertinggi dalam organisasi biasanya akan membeli barang-barang yang mendukung statusnya.artinya ketika seseorang memiliki peranan penting serta status yang cukup tinggi dalam lingkungannya maka orang tersebut juga memiliki perilaku pembelian atau mimilih produk sesuai statusnya.

BAB III PENUTUP

Kesimpulan

Perilaku konsumen dalam menentukan produk yang akan dibeli dan dikonsumsi ditentukan oleh beberapa faktor. Salah satu faktor penentunya yaitu faktor sosial. Faktor sosial ini dibagi lagi yaitu faktor keluarga, faktor lingkungan sosial serta faktor peran dan status. Setiap orang cenderung memakai atau menggunakan produk sesuai lingkungan sekitarnya. Misalnya dalam satu komunitas akan cenderung menggunakan produk produk yang sama. Selain itu ketika seseorang memilki status sosial yang cukup tinggi orang itu juga akan mengimbangi dengan perilaku konsumsinya terhadap barang-barang tertentu.

Tidak ada komentar