makalah komoditas padi
KATA PENGANTAR
Puji
syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan petunjuk dan rahmat-Nya sehingga kami dapat
menyelesaikan makalah ini dengan tepat waktu. Sholawat dan salam semoga tetap
tercurahkan kepada nabi Muhammad SAW yang telah menunjukkan mana yang benar dan
mana yang salah.
Tidak
lupa kami juga mengucapkan terima kasih kepada:
1. Ibu
Dian Eswin Wijayanti Msc. Selaku dosen pengampuh mata kuliah Aplikasi komputer
di kelas agribisnis c.
2. Teman-teman
mahasiswa agribisnis kelas c yang telah banyak membantu dalam penyusunan
makalah ini.
Kami
menyadari makalah ini masih terdapat banyak kesalahan. Oleh karena kritik dan
saran yang membangun kami butuhkan untuk perbaikan makalah ini.
Bangkalan, 14 oktober 2018
penulis
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Kabupaten Lamongan merupakan salah satu
daerah penghasil beras terbesar ketiga di Jawa timur. Dengan luas wilayah
mencapai 181.280 Ha, dimana dengan penggunaan lahan ini didominasi oleh sektor
pertanian. Komoditas pertanian yang ditanam oleh petani didaerah Lamongan
adalah padi. Karena sampai saat ini makan pokok penduduk indonesia adalah nasi
yang bahan bakunya adalah beras.
Kegiatan pertanian sangat cocok dilakukan di
kabupaten Lamongan. karena disamping didukung dengan wilayah pertaniannya yang
cukup luas, mayoritas penduduknya juga bekerja sebagai petani. Dengan faktor
yang cukup mendukung, kabupaten lamongan diharapkan bisa menjadi lumbung padi
nasional. khususnya untuk memenuhi kebutuhan beras dikabupaten lamongan
sendiri.
Konsumsi beras di Indonesia dari waktu ke
waktu mengalami peningkatan. Pada tahun 2008 jumlah konsumsi sebesar 31.799.000
ton meningkat menjadi 33.035.000 ton. Disisi lain produksi beras di Indonesia
dalam kurun waktu 5 tahun (2008-2012) juga mengalami peningkatan sebesar
4.651.000 ton.(Elys Fauziyah & Yunianti, 2015)
Faktor yang mempengaruhi produksi padi di kabupaten Lamongan adalah luas lahan,
pupuk, tenaga kerja dan modal.
1.2. Rumusan Masalah
1.2.1. Bagaimana
klasifikasi tanaman padi?
1.2.2. Bagaimana
fase pertumbuhan padi?
1.2.3. Apakah
ada faktor yang mempengaruhi produktifitas padi?
1.2.4. Berapakah
produktifitas padi di kabupaten Lamongan?
1.3. Tujuan Penelitian
1.3.1. Untuk
mengetahui klasifikasi tanaman padi.
1.3.2. Untuk
mengetahui fase yang ada dalam pertumbuhan padi.
1.3.3. Untuk
mengetahui faktor yang mempengaruhi.
1.3.4. Untuk
mengetahui produktifitas padi di kabupaten Lamongan.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1. Klasifikasi Padi
Padi (Oryza sativa L.) adalah salah satu tanaman penting karena merupakan sumber makanan pokok untuk sebagian besar manusia. Kualitas dan kuantitas hasil tanaman padi penting untuk terus ditingkatkan demi memenuhi kebutuhan pangan. Proses pemuliaan tanaman memerlukan informasi dari tetua yang akan digunakan. Karakterisasi dilakukan untuk mengetahui deskripsi atau karakter yang dimiliki oleh suatu tanaman. Informasi keragaman genetik diperlukan dalam proses pemuliaan tanaman. Berikut ini adalah tabel jenis-jenis padi dan spesifikasinya.
Nama Kultivar
|
Tinggi Tanaman Generatif
|
Umur Tanaman (hss)
|
Umur Berbunga (hss)
|
Warna Kepala Putik
|
|
Rojo Lele Gebyok
|
141,5
|
123
|
88
|
Putih
|
|
Cempo Kenanga
|
163,33
|
138
|
103
|
Putih
|
|
Mariti Merah
|
117,67
|
118
|
83
|
Ungu
|
|
Segreng
|
116,67
|
120
|
85
|
Ungu
|
|
Rojolele Genjah
|
139,83
|
134
|
99
|
Putih
|
|
Hitam Mujiono
|
148,83
|
118
|
83
|
Putih
|
|
Merah Pepen
|
111
|
120
|
85
|
Ungu
|
|
Ho-Ing Batang Biru
|
160,67
|
134
|
99
|
Ungu
|
|
Ho-Ing Inbuh
|
119,83
|
134
|
99
|
Putih
|
|
Mentik Wangi
|
119,83
|
123
|
88
|
Putih
|
|
Rojolele
|
119,5
|
128
|
93
|
Putih
|
|
Mutiara
|
132
|
134
|
99
|
Putih
|
|
Jepang
|
118,5
|
123
|
88
|
Putih
|
|
Cempo Merah
|
135,83
|
116
|
81
|
Ungu
|
|
Andel Hitam 1
|
116
|
116
|
81
|
Putih
|
|
Andel Merah
|
119,67
|
120
|
85
|
Ungu
|
|
Sentani
|
122,5
|
116
|
81
|
Putih
|
|
Sedani
|
122
|
136
|
101
|
Putih
|
|
Mandala
|
115,5
|
123
|
88
|
Putih
|
|
Padi Hitam Bantul
|
115,33
|
123
|
88
|
Putih
|
Sumber:
Jurnal Vegetalika Vol. 4 No. 3, 2015: 29-41
2.2. Fase Pertumbuhan Padi
1. Perkecambahan:
dari perkecambahan sampai timbulnya daun pertama, biasanya memakan waktu
sekitar 3hari.
2. Bibit:
stadia ini lepas dari terbentuknya daun pertama sampai terbentuk anakan
pertama, lamanya sekitar 3 minggu, atau sampai pada umur 24 hari.
3. Anakan:
ketika jumlah anakan semakin bertambah sampai batas maksimum, lamanya sampai 2
minggu, atau saat padi berumur 40hari.
4. Pemanjangan
batang: lamanya sekitar 10 hari, yaitu sampai
terbentuknya bulir, saat padi berumur 52hari.
5. Bunting:
stadia saat mulai terbentuknya bulir dan perkembangan bulir, lamanya sekitar 24
hari, saat padi sampai berumur 72hari.
6. Keluarnya
malai (Heading): Ditandai dengan
munculnya malai dari pelepah daun bendera. Terjadi selama 10-14 hari. Fase ini
diartikan sama dengan pembungaan ditinjau dari segi hari kalender karena
setelah malai muncul langsung terjadipembungaan.
7. Pembungaan:
lamanya 10 hari, saat mulai muncul bunga, polinasi, dan fertilisasi.
8. Fase
matang susu: stadia biji berisi cairan menyerupai susu, bulir kelihatan
berwarna hijau, lamanya sekitar 2 minggu, yaitu padi berumur 94hari.
9. Fase
pengisian/ gabah ½ matang: ketika biji yang lembek mulai mengeras dan berwarna
kuning, sehingga seluruh pertanaman kelihatan kekuningkuningan. Lama stadia ini
sekitar 2 minggu, saat tanaman berumur 102hari.
10. Pematangan/
gabah matang penuh: biji berukuran sempurna, keras dan berwarna kuning, bulir
mulai merunduk, lama stadia ini sekitar 2 minggu, sampai padi berumur 116hari.
2.3. Faktor Yang Mempengaruhi Produktifitas Padi
2.3.1. lahan
Lahan
merupakan salah satu syarat wajib dalam pertanian. Karena lahan adalah tempat
untuk pertumbuhan padi. Lahan yang luas dan subur akan menghasilkan padi yang
banyak. Lahan meliputi jenis tanah, kondisi tanah, ph tanah, saluran irigasi dan
juga kesuburan tanah .
2.3.2. Pupuk
Pupuk juga sangat dibutuhkan
oleh petani. Karena pupuk merupakan sumber nutrisi untuk padi. Pupuk untuk padi
adalah ZA, Phoska, dan Urea. Dengan penggunaan pupuk yang berkualitas maka
hasil produksi padi akan bisa lebih meningkat.

2.3.3. Tenaga
kerja
Petani merupakan faktor
utama kegiatan pertanian. Dengan usaha yang kuat dan juga teknologi yang tinggi
akan menciptakan hasil produktifitas yang maksimal.
2.3.4. Modal
Dalam kegiatan apapun modal
merupakan syarat wajib. Modal sangat dibutuhkan oleh petani untuk pembelian
bibit, pembelian pupuk, dan juga biaya untuk menyewa alat-alat pertanian.
2.4. Produktifitas Padi di Kabupaten Lamongan
Lamongan merupakan salah satu daerah
penghasil beras terbesar ketiga di Jawa Timur. Dengan luas wilayah panen padi
sekitar 138.302 Ha kabupaten Lamongan mampu menghasilkan padi sekitar 835.908 ton pertahun. Dukungan dari pemerintah juga sangat
dibutuhkan oleh petani untuk lebih meningkatkan produktifitas padi. Misalnya
dengan memberikan penyuluhan yang rutin, memberikan bibit unggul dan juga
teknologi yang maju.
Produktifitas padi dikabupaten Lamongan dari tahun
2008-2012

Luas wilayah panen padi di kabupaten Lamongan dari tahun
2008-2012.

BAB III
PENUTUP
3.1. Kesimpulan
Komoditas unggulan di kabupaten Lamongan
adalah padi. Dengan luas wilayah 181.280 Ha dan luas wilayah panen padi sekitar
138.302 Ha mampu menghasilkan padi sekitar 835.908 Ton pertahun. Dengan wilayah
yang cukup luas kabupaten Lamongan diharapkan mampu meningkatkan produktifitas
padinya. Sehingga bisa menjadi lumbung padi nasional dan juga bisa memenuhi
kebutuhan beras di Indonesia.
Faktor-faktor yang mempengaruhi produktifitas
padi di Lamongan adalah luas lahan, pupuk,tenaga kerja, modal. Pemerintah
diharapkan mampu menyediakan pupuk-pupuk bersubsidi yang berkualitas. Disamping
itu pula para petani juga membutuhkan teknologi yang cukup maju. Yang nantinya
bisa mendukung peningkatan produktifitas padi di kabupaten Lamongan.
3.2. Saran
Para petani kedepannya diharapkan bisa lebih
memaksimalkan hasil produktifitas padi. Disamping itu pula pemerintah
diharapkan mampu menyediakan kebutuhan para petani untuk meningkatkan hasil
pertaniannya. Supaya kita tidak bergantung pada impor beras dari luar negeri.
Karena konsumsi beras di Indonesia semakin tahun semakin meningkat.
DAFTAR PUSTAKA
Elys Fauziyah, & Yunianti, A. (2015). Perspektif
Peningkatan Produksi Padi Di Kabupaten Lamongan. Prodi Agribisnis Fakultas
Pertanian Universitas Trunojoyo Madura, 11(2), 163–174.
Pasażerów, D., & Slawinska, J. (2015). KARAKTERISASI DUA PULUH PADI
(Oryza sativa. L.) LOKAL DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA. Vegetalika, 4(3),
8–9.
Santoso Ajeng Nugrahaning, E. B. D. (2012). Penentuan Alternatif Lokasi
Pengembangan Kawasan Agroindustri Berbasis Komoditas Pertanian Unggulan Di
Kabupaten Lamongan. Jurnal Teknik ITS, 1(Vol 1, No 1 (2012):
Jurnal Teknik ITS (ISSN 2301-9271)), C33–C37. Retrieved from
http://ejurnal.its.ac.id/index.php/teknik/article/view/925
LAMPIRAN
LAMPIRAN 1 TAHAP
PERTAMA

LAMPIRAN 2 TAHAP
KEDUA

LAMPIRAN 3 TAHAP
KETIGA

LAMPIRAN 4TAHAP
KEEMPAT

LAMPIRAN 5TAHAP
KELIMA

LAMPIRAN 6 TAHAP KE
ENAM

LAMPIRAN 7 TAHAP
KETUJUH


Post a Comment