Header Ads

test

HUBUNGAN FAKTOR PRIBADI DALAM PERILAKU KONSUMEN

 

HUBUNGAN FAKTOR PRIBADI DALAM PERILAKU KONSUMEN

 


 

 

M. Syifa’ul Munir

(180321100162)

PROGRAM STUDI AGRIBISNIS
JURUSAN ILMU DAN TEKNOLOGI PERTANIAN
UNIVERSITAS TRUNOJOYO MADURA
BANGKALAN
2021

 


 

BAB I PENDAHULUAN

1.1.      Latar Belakang

Konsumen merupakan bagian penting yang sangat erat kaitannya dengan perekonomian khususnya pada sektor perdagangan. Peran konsumen yaitu sebagai pengguna produk-produk yang dihasilkan serta memberikan keuntungan bagi produsen lewat pembelian. Menurut Menurut Engel, Blackwell dan Miniard Perilaku konsumen diartikan tindakan-tindakan produk dan jasa, termasuk didalamnya adalah proses keputusan yang mengawali serta mengikuti tindakan pembelian tersebut. Tindakan tersebut adalah terlibat secara langsung dalam proses memperoleh, mengkonsumsi bahkan membuang atau tidak menggunakan suatu produk atau jasa tersebut.

Konsumen memegang peranan penting dalam kegiatan perdagangan. Keputusan konsumen dalam membeli suatu produk tidak dapat dipaksakan. Adapun undang-undang yang mengatur perlindungan konsumen termuat dalam Undang-Undang Nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen Konsumen adalah setiap orang pemakai barang dan/atau jasa yang tersedia dalam masyarakat, baik bagi kepentingan diri sendiri, keluarga, orang lain, maupun makhluk hidup lain dan tidak untuk diperdagangkan.

Keputusan yang diambil oleh konsumen ketika memilih dan membeli produk baik barang atau jasa didasari oleh beberapa faktor. Faktor-faktor tersebut diantaranya, faktor pribadi, faktor sosial budaya dan faktor lingkungan. Menurut Kotler (2005) Faktor pribadi didefinisikan sebagai karakteristik psikologis seseorang yang berbeda dengan orang lain yang menyebabkan tanggapan yang relatif konsisten dan bertahan lama terhadap lingkungan.

1.2.      Rumusan Masalah

1.    Apakah yang dimaksud dengan Faktor Pribadi konsumen?

2.    Bagaimana hubungan faktor pribadi dalam mempengaruhi perilaku konsumen

1.3.      Tujuan Penelitian

1.    Mengetahui definisi faktor pribadi konsumen.

2.    Mengetahui hubungan faktor pribadi dalam mempengaruhi perilaku konsumen.

BAB II PEMBAHASAN

2.1.      Definisi Faktor Pribadi Dalam Perilaku Konsumen

Faktor pribadi dalam diri setiap orang merupakan salah satu faktor yang menjadi penentu seseorang untuk menentukan kecenderungan dalam membeli produk. Tidak semua individu lebih suka membeli produk serupa. Perilaku konsumen berkaitan dengan mengapa dan mengapa tidak seseorang membeli produk dan layanan tertentu.  sistem pengambilan keputusan serta aktivitas fisik individu – individu yang semua ini akan melibatkan individu dalam menilai, memperoleh, memakai, atau mengabaikan beberapa barang serta layanan.

Setiap Individu memiliki karateristik tersendir dalam menilai dan  memilih untuk menggunakan barang atau jasa. Karateristik tersebut umumnya didasarkan pada jenis kelamin, gaya hidup, lingkungan. Menurut amalia (2011) menyatakan bahwa Faktor pribadi merupakan cara mengumpulkan dan mengelompokkan kekonsistenan reaksi seorang individu terhadap situasi yang sedang terjadi. Faktor pribadi merupakan pola atau kebiasaan seseorang yang dipengaruhi oleh lingkungan terdekat dalam menentukan pilihan, kemudian diekspresikan dalam suatu tindakan.

2.2.      Hubungan Faktor Pribadi dan Perilaku Konsumen

Faktor pribadi memiliki kaitan erat dalam mempengaruhi perilaku konsumen dalam memutuskan pembelian produk.

A.    Kepribadian

Kepribadian Setiap orang mempunyai kepribadian yang khas dan ini akan mempengaruhi perilaku pembeliannya. Kepribadian adalah karakteristik psikologis yang unik yang menyebabkan tanggapan yang relatif konsisten dan bertahan lama terhadap lingkungannya. Selain itu, konsumen juga cenderung memilih dan menggunakan merek yang sesuai dengan bagaimana cara mereka melihat dirinya sebagai individu. Dan didasarkan juga pada bagaimana kita ingin melihat diri kita atau bagaimana pandangan orang lain terhadap diri kita.

B.    Gaya Hidup

Gaya Hidup Gaya hidup seseorang adalah pola hidup seseorang dalam dunia kehidupan sehari-hari yang dinyatakan dalam kegiatan, minat dan pendapat (opini) yang bersangkutan. Gaya hidup mencerminkan sesuatu yang lebih dari sub-budaya kelas sosial, bahkan dari pekerjaan yang sama mungkin memiliki gaya hidup yang berbeda, misalnya dengan gaya.Gaya hidup terdiri dari dimensi activities, interest, dan opinions yang menampilkan seluruh pola tindakan pembelian konsumen. Konsep gaya hidup dapat membantu pemasar untuk memahami nilai konsumen yang berubah dan bagaimana gaya hidup mempengaruhi perilaku pembelian.

C.   Pengalaman

Menurut Schiffman (Rangkuti, 2009: 112), proses yang dilakukan oleh konsumen untuk memperoleh pengetahuan dan pengalaman tentang pembelian dan konsumsi yang dapat diaplikasikan untuk perilaku dimasa yang akan datang.

Istilah pembelajaran meliputi total pembelajaran dari yang sederhana, sampai penyelesaian masalah yang komplek. Unsur- unsur yang termasuk dalam kebanyakan teori pembelajaran konsumen antara lain motivasi, isyarat, respons, penguatan.

Jenis-jenis proses belajar dibedakan menjadi 2 kategori :

-        Proses belajar Perilaku (Behavioral Learning)

-        Proses belajar classical conditioning

-        Proses belajar instrument conditioning

-        Proses belajar vicarious learning

-        Proses belajar Kognitif (Cognitive Approach Learning)


 

BAB III PENUTUP

3.1.      Kesimpulan

Konsumen merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari perekonomian, konsumen memiliki peranan penting dalam menggunakan serta mengkonsumsi hasil produk yang dibuat. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi konsumen dalam menentukan pilihannya. Salah satu faktor tersebut yaitu faktor pribadi, faktor-faktor tersebut antara lain sikap, pengalaman, dan kepribadian.

Tidak ada komentar